10 Maret 2016

Review my 25 to do before 25

Hi..

this is the third month of 2016. There is another 3 months for me before I turn 25!!
Since I make a goals before I turn 25, I think I need to make a review about how it goes. And maybe makes some change because there is something that I can't do for the next 3 months.

Why I make an adjustment, because as you guys know I moved to Bandung unexpectedly. It was not in my plan. So, some of my wishlist will be impossible. And some of my wishlist just too specific, so I will make it more general. I need to make it more flexible so it will achievable.

Kiko's Engagement Party. Misteri sebuah jodoh

Seminggu yang lalu saya mendapat kabar bahagia dari salah satu teman baik saat kuliah, KIKO. Dia mengundang saya untuk datang ke acara lamarannya.

Jujur saya kaget ketika mendengarnya. Karena teman saya yang satu itu saat ditanya tentang asmara selalu berkata bahwa dia tidak punya. Memang selama masa studinya di Inggris kemarin, banyak laki-laki yang mendekatinya. Namun, dia tidak bergeming. Hingga akhirnya Kiko pun memutuskan untuk menerima pinangan salah satu rekannya, Mas Aga. I am so happy for her.

Kalo kata Kiko, dia pergi ke Inggris dapat dua berkah.
1. Gelar Master
2. Mister (husband to be)

hihihi.. bisa aja ya Kiko.

Masih inget banget, pertengahan tahun 2014 ketika kami merayakan ulang tahunnya. Di situ semua orang, kami dan keluarga Kiko mendoakan agar sepulangnya Kiko dari Inggris mendapatkan jodoh yang baik. Alhamdulillah doa tersebut dikabulkan oleh Allah. Memang yang namanya jodoh itu hanya Allah yang tahu.

Sebagai hambanya kita hanya bisa berdoa dan berusaha. Kalo memang jodoh gak akan kemana, gak perlu khawatir deh. Saya belum terlalu kenal sih sama calonnya, Mas Aga ini. Tapi kalo dilihat sekilas orangnya kayaknya baik deh. Haha.. sok tau..





Yang pasti sih Mas Aga ini terlihat pintar, dia memang akan melanjutkan S3 di Aussie tahun ini. Which means that Kiko juga akan cao ke Aussie akhir tahun. Yah.. sedih deh ditinggal Kiko lagi. Semoga acaranya di bulan September akan lancar buat Kiko dan Mas Aga. Doa yang gak terputus untuk kebahagiaan keduanya, semoga kekal hingga akhirat nanti. Amin..

01 Maret 2016

Management Trainee Danone - Flashback

Graduation Day..

Bukan, bukan graduation day UGM lagi kali ini. Tapi graduation day dari MT Danone. Time flies..
Sepertinya baru saja 23 Februari 2014 saya menandatangani kontrak untuk bekerja di Nutricia menjadi seorang Management Trainee. Memasuki dunia kerja adalah hal yang baru. Ada rasa takut, excited, juga gelisah yang melebur menjadi satu. Let's flashback...

Buat teman2 di luar sana yang pengen masuk jadi MT Danone, ini mungkin bisa jadi sum up apa yang bakal teman-teman lakukan kalo jadi MT Sales di Nutricia

Saya yakin ketika orang mendengar tentang kerja jadi sales pasti mikirnya salesman. Sama, saya juga dulu mikir kayak gitu. Jujur saya gak terlalu tau apa sih yang dilakukan oleh orang sales. 

Job desc nya apa sih? Ya pasti jualan, tapi bukan yang satu satu ke pintu rumah atau di jalan ya. Ternyata salesman jualannya gak cuma jualan langsung kayak gitu. Ada beberapa bagian yang bisa kamu lakukan kalo kerja di bidang sales. Nah, saat kamu jadi MT sales di Nutricia, kamu akan mengalami beberapa chapter, tiap chapter kamu akan dikasih project trus di akhir waktu yang ditentukan kamu harus presentasi di depan Direktur Sales dan orang HR yang akan melihat apakah kamu pantas untuk lulus atau gak.

Kalo lulus, kamu bisa lanjut ke chapter berikutnya, kalo gak ya,,
Bye bye.. mungkin bisa dicoba di tempat lain

Nah, kemarin apa aja sih yang dilakukan?
Let's see..

29 Februari 2016

Minimalism Journey - My thought on the last 4 months

Did I tell you that I want to be a minimalist? Trying to live with less stuff and stress?

Well, I need to admit that it was not easy. I try not to buy another clothes or shoes, but from the time that I post about minimalism, I already buy 3 shoes and 6 clothes. Half of it I got free from my company but still, I get more stuff that I don't need. At this time, I realized how bad my habit toward shopping. I usually just go to shopping center and buy something that looks cute or having sales so it seems cheap. Even tough I declutter my stuff, but If my bad habit of shopping not changing, my stuff will not reduce.

In the last post I write about my tips to reduce the urge to shop. Did it work? To tell you the truth, there are times that I did it and there are times that I forgot. After I get my first shoes, I went to Mall and see that my dream shoes on sale. After a week thinking about that shoes, I bought it. Hiks.. I feel guilty but actually I am really happy because this is my favourite shoes, I use it almost everyday. But, no excused I failed.

So, I realize that I need to change the way I am shopping. I watch a lot of YouTube videos about minimalism, living light and sustainable fashion. I am trying to find more motivation, and to remind me about this journey. I just think that all the person that I watch is cool and their lifestyle is something that I want. I am interested in the way the live, their action toward stuff, and how they be more productive and less stress about their life.

And in some other reason, I find that minimalism concept is align with my religion, Islam. We don't need money or more stuff to be happy. We need to be present, feeling grateful with everything that we have and minimize the desire of having more. In Islam, they teach us not to eat until full. They told you to put 1/3 of your stomach for food, 1/3 for water and the rest of it for air. Islam told us not to buy a lot of stuff that you don't need and always feeling grateful with everything that you have.

Back to my experience in the last 4 months, I know that changing lifestyle is something that not easy. You need to re focus again, and remember what motivate you in the first place when you buy something. Just remember that you make a bad habit for years, and you cannot expect in some weeks or months it will change.

So, now I just will enjoy this process and work hard to be better this month.


17 Januari 2016

Welcoming 2016 in New Place

Did I tell you that I moved?

Again.. yes, again..
Setelah menghabiskan 10 bulan di Kota Pahlawan, pada akhir Desember kemarin saya mendapat "surat sakti" yang menugaskan saya pindah ke Bandung. Masih dengan title yang sama, namun mendapatkan tantangan yang berbeda.

Saya masih ingat, atasan saya bertanya " Did you happy?".
To tell you the truth, more than happy, I am surprise.
Saya sama sekali tidak menyangka bahwa saya akan dipindah. Mengingat saya baru saja benar-benar betah di Surabaya, baru saja berhasil meraih hati team saya, sudah mempunyai banyak rencana di kepala untuk tahun depan. Ah.. bukankah itu hidup? Memang pada satu minggu sebelumnya I feel frustrated and bored. Rasa-rasanya saya ingin mendapatkan sesuatu yang baru. Be careful with your wish. Allah Maha Baik. Dia mendengar doa saya dan memberikan satu tantangan baru.

Saya selalu berdoa satu hal padanya. Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik bagi saya. Terbaik menurut jalanNya, bukan sesuai keinginan saya. Karena terkadang kita baru bisa menemukan hikmah setelah kita menjalaninya. Oleh karena itu saya hanya bisa bersyukur atas apa yang terjadi 1 bulan terakhir ini.

Saya menghabiskan libur akhir tahun bersama keluarga saya. We had so much fun! Kami tidak melakukan perjalanan mewah, hanya Malang dan sekitarnya. Tapi perjalanan itu berkesan. We speak to each other, share our feeling and worried. Spend a week to say goodbye to my team, and explore Bandung in the last two weeks. Semua berjalan sangat cepat. Kadang saya merasa tidak sanggup mengejarnya.

Post ini tentang apa sih?
haha.. saya juga tidak tahu
seperti biasa, post ini akan menjadi sebuah kicauan tidak jelas. Namun, akan sangat berarti bagi saya.

Sesungguhnya, terkadang saya merasa takut dan excited at the same time. Mengawali tahun 2016 dengan begitu banyak perubahan. Semua ini terasa terlalu cepat. Tapi, apapun yang terjadi kita harus menghadapinya kan? Kita tidak bisa lari.

Dan pagi ini saya memutuskan untuk memulai hari dengan sebuah senyuman dan tekad


"CRUSH IT ALL".


14 Desember 2015

25 to do before 25





25

20's something is the busiest time in your life. It's a life changing. There are a lot of things happened at this decade. You will graduate, searching for a job, married, having kids, get your first car, all this things happened quickly. I will reach my 25 soon. It's on June. So, I think it will be fun to make a bucket list to do before I reach 25.

22 November 2015

Minimalism Series : No Shopping Challenge

Setelah berhasil menyingkirkan beberapa pakaian, kali ini kayaknya saya mau challenge diri saya untuk mengurangi belanja. Yup, resolusi kali ini adalah...

TIDAK BOLEH BERBELANJA BAJU DAN AKSESORIS FASHION LAINNYA HINGGA AKHIR TAHUN 2015

Biasanya, setiap akhir bulan setelah gajian. Kaki tu gatel banget mau pergi ke Mall atau masuk ke pusat perbelanjaan. Niat awalnya cuma mau lihat-lihat. Tapi pas pulang pasti ada aja bawaannya. Yang dibeli sebenernya gak penting atau butuh juga sih. Cuma kaos baru, atau kemeja baru. Padahal itu juga jarang dipake.Tanpa sadar, kita sering banget belanja sesuatu yang cuma akan numpuk di lemari kita.

Apa gunanya kemarin udah declutter pakaian kalo pada akhirnya kita nambahin dengan membeli pakaian yang gak perlu.

Jadi,, selama bulan November hingga Desember besok, saya berjanji untuk tidak mengeluarkan uang dalam hal-hal yang berbau fashion. Toh, dalam kehidupan sehari-hari jilbab yang saya gunakan hanya biru, pink, dan hitam. Meskipun masih ada banyak jilbab lainnya di lemari.

Kebetulan juga saya memang ada niat untuk mulai hidup hemat. Setelah selama 7 bulan di Surabaya tapi kok tabungan gak nambah-nambah. Sedangkan teman saya tabungannya sudah dua digit semua. Malu saya.

Apa saja tips yang saya gunakan untuk mengurangi hasrat shopping?

1. Unsubscribed all email dari website online shopping, and unfollow olshop di instagram.

Seringkali hasrat berbelanja itu meningkat ketika kita melihat penawaran dari website. Seperti "diskon 20% untuk hari ini" atau "penawaran special". Hal ini juga berlaku untuk instagram. Ketika kita follow banyak olshop, pasti postingan mereka akan selalu memenuhi timeline kita. Ujung-ujungnya, kita jadi tertarik dan membeli deh. Padahal belum tentu kita butuh.


2. Kurangi bepergian ke Mall atau pusat perbelanjaan lainnya.

Seperti yang saya bilang tadi, niatnya cuma mau makan atau nonton terus ke Mall. Eh, sambil nunggu filmnya mulai, jalan-jalan dulu lihat-lihat baju. Akhirnya keluar toko bawa belanjaan deh. Sering gak sih kayak gitu? Makanya, kurangi bepergian ke Mall. Kalo mau nonton, pergi ke bioskop yang berdiri sendiri. Atau nonton dvd atau dari online deh. Sama teman-teman gitu di rumah siapa. Gak kalah seru kok.


3. Ketika mau beli sesuatu, tunda hingga 2 minggu.

Kadang, kita beli sesuatu cuma karena itu kelihatan lucu sesaat aja. Bukan karena bener-bener bagus atau pengen. Coba deh tunda keinginan membeli. Kalo kita masih kepikiran hingga 2 minggu kemudian. Baru deh kita beli. Kadang setelah dua minggu kita sudah lupa sama barang tersebut dan tidak tertarik lagi.


4. Bayar dengan uang cash

Kalo memang udah pengeeeeennnn banget dan kebawa mimpi. Boleh kok beli. Tapi usahakan bayar dengan uang cash ya. Karena seringkali kita gak sadar berapa jumlah uang yang kita keluarkan karena kita tinggal gesek dengan kartu debit atau kredit. Ketika kamu membayar dengan uang cash, pasti ada perasaan sadar bahwa kamu benar-benar "membayar" barang tersebut. Kadang saat mau bayar kita masih bisa mikir ulang kok. Sesuai gak kualitas produk tadi dengan uang yang akan kamu bayarkan. 

Nah, itu taxi 4 tips untuk ngurangin hasrat berbelanja kita. Saya juga mau take challenge untuk gak belanja selama dua bulan ke depan. Wish me luck yaaa!!!

16 November 2015

Minimalism Series : Decluttering Clothes

When I am reading a lot of blog and watching video about minimalism, I feel that I need to do that as well. Maybe I am still not fully understanding about minimalism concept. But, I try to do some action to "repair" my life.


The easiest thing to start is clothes. I don't have a lot of clothes because I have a lack of confidence in term of body. I am struggling to loss weight, so I am not into pretty clothing or accecories. But, I do have a lot of clothes and scarf because I am wearing hijab.

When I first get a job, I feel like I can do whatever I want. I can buy everything that I need. Almost every week I went to the mall and buy clothes. I also bought 3 scarf every month from instagram shop. I spend a lot money in fashion thing because I have the power to control what I bought. At the end of the day. I BROKE.

I live with my father, I don't need to pay for housing and transportation but I don't have money at the end of the month. Pathetic. I know it was wrong but I can't stop. So, now I do have a lot of things in my wardrobe and I think it is a good start to reduce it.

So, this is the steps:

1. Pull everything out
I just take all clothes inside my drawer and hanger and drop it on the floor. It will help you to realize the actual spaces in your clothes. Look at all the clothes in the floor. You have to realize the amount of clothes you have

2. Choose your favorite clothes
Rather than pick the one that you don't like or clothes that you are not wearing for the last 6 months, I think it will be easy to choose the clothes that you wear often or clothes that fit you the best. After you choose the rest of it is something that is negotiable, whether you will keep or donate.

3. Rest of it = donate box
Store clothes that is not your first choice in a box and store it for 3 months. If you don't miss any of it, donate or sell it.

4. Clean and organize
Clean your favorite one and organize it in your clean wardrobe. Keep tidy and leave a space between clothes if you can

I think I already have less clothes. But, after this exercise I found that I keep a lot of clothes that I don't even wear it anymore just because I will use it someday.

It makes me happy to open my wardrobe and look at my favorite pieces of clothes. a clothes that I am confident wear it in front of people and clothes that makes me look good and happy.

I don't know that having less clothes will give you a happiness. Less clothes means less laundry, less ironing and less hectic in the morning. I am excited to start another work toward minimalism. Do you want to join?

:)

10 November 2015

Minimalism, a way to escape the consumerism

Minimalism...

Sebuah gerakan yang mulai dilakukan oleh orang untuk melawan consumerisme. Apakah berarti seorang yang hidup dengan konsep minimalisme tidak boleh melakukan konsumsi sama sekali? Tidak boleh membeli apapun?

Nope, minimalisme bukan berarti tidak melakukan konsumsi. Karena sebagai seorang manusia kita pasti mengkonsumsi sesuatu. Namun, yang dilawan adalah konsumsi berlebihan / Excessive consumption.

Tanpa kita sadari, saat ini kita sudah dibombardir oleh banyak pengaruh. Cara paling gampang menyadarinya bisa dilihat dari reklame iklan di jalan2. Pada sadar gak sih kalo jumlah reklame ikan itu makin banyak? Dan itu gak cuma di jalan, di mobil, di bus, iklan sudah masuk ke ranah pribadi, seperti sms langsung ke handphone kita. Apalagi dengan adanya internet, pengaruh untuk membeli semakin terasa. Iklan di youtube, email dan website adalah hal lumrah dalam kehidupan kita.

Orang dipaksa untuk membeli di luar batas kemampuannya. Gimana caranya? Media memberi image bahwa kalo mau keren itu harus kaya dan punya banyak benda. Kita bisa lihat di televisi, kalo sinetron atau drama pasti rumahnya mewah. Reality show di luar negeri bahkan menyoroti kehidupan selebriti dan konglomerat. Kita diberi doktrin bahwa kehidupan seperti mereka itu yang harus kita tuju. Bahwa kesuksesan didapat dari banyaknya rumah yang kita punya, canggihnya gadget yang berubah tiap semester, dan juga trend fashion yang berganti tiap musim. Kalo kita gak ikut tren, pasti kita dibilang ketinggalan jaman. Gak gaul. 

Lalu apa yang kita lakukan? Karena kita sudah terdoktrin bahwa sukses dan bahagia itu seperti yang dibilang media, maka kita pun melakukan segala cara untuk mendapatkan kebahagiaan itu. Dengan gaji yang pas-pasan, kita kredit smartphone terbaru, mobil terkeren, bahkan rumah termegah. Fenomena tas branded fake sudah bukan lagi hal yang tabu. Supaya dibilang keren dan gaul, sampai berani hutang sana sini untuk memenuhi kebutuhan sosial itu. Hasilnya? Hutang yang banyak, ketidakpuasan hidup dan ketidakbahagiaan. Banyak saya temukan orang yang mengatakan bahwa dia tidak menyukai pekerjaannya tapi terpaksa bertahan karena dia butuh uang untuk gaya hidupnya. 



So, we work in the job that we hate to impress people we don't like.



Berapa banyak uang, waktu dan tenaga yang kita habiskan untuk hal yang tidak penting?
Sedangkan hal terpenting di hidup kita seperti kesehatan, relationship dan keluarga sering kita abaikan.

Jadi apa sih yang ingin disampaikan oleh minimalism?

Minimalism mengajarkan kita untuk menyingkirkan hal-hal yang mengganggu kita dari kebahagiaan.



We need to put away all clutter in our life, so we can get more time to explore our hobbies, spend time with the one we love and have a meaningful life.



Being minimalis berarti tidak menghabiskan uang kita untuk membeli barang-barang yang berlebihan. Baca: beli jilbab 3 padahal jilbab di kosan sudah setumpuk. Kita mengontrol keinginan kita dalam mebeli barang-barang hanya karena barang tersebut sedang diskon, karena barang itu lucu, dan karena barang itu sepertinya akan digunakan di masa datang. It will help us to escape the consumerism.

09 November 2015

Living with Less

Seperti biasa, saya sering sekali menghabiskan waktu untuk blog walking dan menonton youtube. Apa yang sering saya tonton? Kalo gak drama korea ya beauty youtuber karena saya tertarik dengan produk2 baru yang berada di pasaran. Saya masih ingat, awal pertama kali kenal youtube saya langsung tertarik untuk mencoba produk yang direkomendasikan oleh para youtubers. Saya membeli bermacam-macam skincare product dan make up. Saya juga enjadi semakin sadar fashion. Mau tidak mau saya mengikuti apa sih yang sedang trend. Belanja sudah bukan lagi kebutuhan, tapi menjadi sebuah kebiasaan. Setiap habis gajian, saya pasti merasa memerlukan pergi ke mall atau buka instagram mencari apa yang bisa dibeli.

Belanja online itu menguras kantong tapi secara tidak sadar. Tau-tau saya merasa uang saya habis di tengah bulan. Semua terasa lebih murah. Dulu saya bahkan membeli jilbab 3 pcs/ bulan. Belum termasuk tas, sepatu dan baju. Pokoknya dulu saya boros banget. Padahal saya itu bercita-cita menjadi financial planner. Alhasil, dibandingkan dengan teman sepantaran saya, tabungan saya itu paling sedikit. :(

Saya sadar, bahwa saya sudah mulai menjadi konsumtif. Saya membeli barang-barang yang tidak penting. Belanja saya jadikan pengisi waktu luang dan penghilang stress. Saya merasa bahwa saya akan bahagia ketika saya membeli sesuatu yang baru. Apalagi mengingat saya sudah menghasilkan uang sendiri. Saya merasa uang itu adalah hasil jerih payah saya yang bisa saya gunakan semau saya. Tapi yang terjadi? Saya stress karena uang saya tidak pernah cukup. Padahal menurut saya gaji saya sudah cukup. Tapi kenapa selalu terasa kurang ya?

Di saat kebingungan tersebut saya menonton sebuah video di youtube mengenai konsep minimalism. Living with less item to pursue happiness. Setelah saya tonton, saya merasa tertarik sehingga akhirnya saya mencari tahu mengenai konsep ini.

Menurut saya konsep ini sangat menarik karena:
1. Sesuai dengan tuntunan agama. Di dalam Islam, bukankah kita sudah silarang bermegah-megahan dan bersikap boros?
2. Having less item = less time to maintain, to clean = more time to do productive activities
3. Simple

So, saya memutuskan untuk memulai lifestyle ini. Saya akan mencoba untuk menuangkan perjalanan itu di dalam blog ini. Semoga bisa konsisten ya

Wish me luck!!


06 Oktober 2015

Financial Planner for Single Woman

Graduated from school is not the end of your journey. It is the start of a real world. I know some of you maybe just so excited to start working. Imagine that you earn your own money and spend it. You will think that you are an adult now.

Now, I have a question.
1. How long have you been working?
2. How much money in your bank account that you have?

As a girl that already work for a year, sometimes I wonder where my money go. I realised it, when I need to report my taxes to the government. Did you see the amount of earning for a year? Some of you maybe surprised that actually you have a lot of money. But you cannot see it in your pocket. Where all the money gone?

I love shopping. Don't ever mention it. I have interest in skincare, make up and shoes. I usually spend a lot of money there. I watched youtube and read a blog a lot and start to buy a lot of stuff. If you see my skincare product, most of them are Korea or Japan product, which is more expensive than local brand. I don't say that you cannot buy anything, because obviously I cannot do that. But, let's start to plan our money.

What you need to do?

1. Make a plan. Where you want to put your money.

Your money need to go for fixed expense, saving/investment and daily expense. Start make a plan how much it takes for each area.

Please write all your plan.
In my case, my monthly expenses are:
a. Housing: 10%
b. Investment: 16%
c. Zakat, shadaqah: 7%
d. Saving: 30%

Since we still single, my advice is to save your money as much as possible.

2. Make an Objection for your saving

I have a dream to travel in Europe for a month before 27. That need a lot of money. So I work hard to save my money and pursue my dream!!

3. Make an emergency fund

It need 3 times of your monthly expense. Put in bank or gold that you can take it whenever you need it. The important thing, it need to be something that easy to liquidate. We need emergency fund to expecting the unexpected. For example when you sick, or fired from work.

4. Handle your urgency for shopping. 

Hold until a week before you buy something. If you want it, wait for two weeks, usually you will forget that you want to buy it. It just an impulse buying.
Ask yourself whether you need it or not. 
Don't buy a lot of cheap stuff that need to  be changed every 2 months!

5. Discipline to write down all your expenses in a week or month. 

You will see that your money used for something that is not important. I use app Monny for iPhone. It has a cute design for you to record all your expenses. Evaluate your expenses after a month and make a plan to save more money.


6. Don't give up and keep trying. 

I know habit is not something that easy to change. So we usually failed to keep on track with our plan. But keep doing it! If you failed to record your expense for a day, than you just need to write it on the next day. As long as you persistent, you will see a good result at the end.

My advice for my self:

Use your money wisely. Spending all of money in clothes and make up will not give you a long term advantages. Use it for book, investment, and experience will enrich your knowledge and make you satisfied with yourself at the end.


Hope you guys enjoy reading. Keep fighting to achieve our dream!

Just rambling

 Pernah gak sih kalian tu ngerasa bingung.. Mau ngapain ya? Duh bosan..  Trus berakhir dengan scrolling ig gak jelas.. Itulah yang kulakukan...