Tampilkan postingan dengan label About life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About life. Tampilkan semua postingan

30 November 2021

December 2021

 Clock is ticking...


Gak terasa kita udah berada di penghujung tahun 2021. Time flies so fast. Look back, ada banyak hal yang saya sesali, tapi saya merasa sebaiknya saya fokus saja kepada waktu yang tersisa di bulan ini untuk berusaha achieve yang saya inginkan.

Saat ini kondisi saya bisa dibilang not good. I am mentally exhausted. Ada satu keinginan yang ingin dicapai di tahun ini tapi Qadarullah masih belum bisa. Dan dikarenakan saya fokus sekali kepada keinginan yang satu ini, I don't do much in other aspect. Saya gak ngapa2in. Saya jalan di tempat. And I hate myself for doing that. Sepertinya fokus yang berubah menjadi obsesi itu membuat seakan semua kehidupan saya berputar disekitarnya. Maka ketika belum berhasil, saya bisa drop jatuh, tidak bersemangat selama berbulan-bulan.


Kondisi apa sih yang membuat saya begitu stressnya?

Program Hamil...



So, set aside yang di atas, saya merasa di bulan ini saya harus mengalihkan fokus saya kepada yang lain. Daripada saya down terus karena hal yang di luar kuasa saya, maka saya berencana memfokuskan diri di bidang yang lain. So here is my December Goals...


1.  Fokus posting konten sehari dua kali, igs minimal 10

2. Perbanyak makan sayur dan buah, no dinner

3. Achieve Sales Target

4. Konsisten ibadah rutin (zikir pagi sore, dhuha, baca Quran)

5. Menyelesaikan kelas PPOM dengan nilai baik


I don't wanna set the bar higher because I want to achieve something this month in order for me to have more confidence, to feel good about myself. Accepting is never easy..

11 September 2019

Bengkel Diri

Nah, kali ini saya mau posting tentang sesuatu yang menurut saya berguna banget. Dan hal ini membuat saya termotivasi untuk eksplor diri lebih dalam lagi

Berawal dari post Dita dan Tyas di ig, saya menjadi tahu tentang adanya Bengkel Diri Intinya ini adalah kuliah online dengan materi beragam yang berguna bagi wanita. Tanpa pikir panjang, saya mendaftar untuk ikut BD angkatan 8. Saat ini perkuliahan sudah berjalan 2 minggu, dan saya merasa hal ini sangat bermanfaat.

Adapun kuliah yang sudah saya jalani :
- Adab menuntut ilmu
- Life mapping
- Aqidah
- Manajemen waktu
-Qada dan Qadar
- Menjadi Jodoh Impian

Sebenernya materinya mungkin hal2 dasar yang sudah kita ketahui, tapi cara menyampaikannya beda, lebih ngena. Mungkin karena sekarang kita udah bisa berfikir ya. Sering kan kita mulai mempertanyakan hal2 tentang agama kita. Ada beberapa pertanyaan yang terjawab di sini. Dan kita menjadi lebih yakin.

Selain itu ada juga laporan amal harian. Intinya kita disuruh untuk beribadah, karena dilaporkan. Hal ini sesuai dengan ceramah ust Khalid Basalamah yang mengatakan bahwa beribadah itu harus dipaksa. Karena setan itu tipu dayanya sangat kencang. Kalo gak dipaksa, gak akan pernah Al Quran dibaca.

Hal yang saat ini sangat bermanfaat untuk saya adalah manajemen waktu. Jujur karena di sini saya tidak ada banyak kegiatan, maka waktu banyak saya habiskan untuk melakukan hal yang bersifat entertainment, tidak bermanfaat. Di BD, saya diajari membuat life mapping, tujuan jangka pendek hingga panjang yang seimbang dunia akhirat. Juga dipaksa membuat prioritas dan target pekerjaan harian dari berbagai aspek. Alhasil, waktu yang dulu saya buang-buang karena bingung mau diisi kegiatan apa, sekarang menjadi lebih efektif. Ini terasa sekali, dan ada kepuasan ketika kita bisa menyelesaikan target kerjaa di hari itu.

Ke depannya saya akan coba untuk posting hal-hal yang saya rasa bermanfaat dari BD ini. Semoga hal ini bisa menjadi reminder bagi diri saya sendiri, juga menjadi milestone untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin

05 Januari 2019

2018 in a glance


Alhamdullilah, alhamdulillah, alhamdulillah. Hanya rasa syukur yang bisa saya panjatkan atas segala nikmat dan berkah yang diberikan Allah pada tahun 2018. Saya tahu sih bahwa sebaiknya evaluasi itu dilakukan tiap hari, namun apa daya saya hanyalah manusia biasa yang suka lupa untuk melakukannya tiap hari. Jadi, mari kita gunakan milestone pergantian tahun ini untuk berefleksi atas tahun 2018.

Tahun 2018 dapat dikatakan sebagai highlight atas kelanjutan tahun 2017. Sejujurnya saya merasa waktu di tahun 2018 berjalan dengan sangat cepat. Saya masih ingat bahwa di awal tahun 2017 adalah saat saya diperkenalkan dengan Nadhil. Siapa sangka bahwa cerita kami, berjalan dengan lancar. Mulai dari proses chatting, beberapa kali bertemu, hingga di akhir tahun 2017, kami memutuskan untuk serius. Kisah asmara merupakan highlight saya di dua tahun belakangan ini, karena di tahun 2018 awal kami mempertemukan keluarga kami, lamaran hingga persiapan pernikahan. Dan di semester kedua, adalah awal hidup baru bersama di Amerika.




Menikah, merupakan ibadah yang sangat lama dan berat. Menikah dikatakan sebagai setengah agama, dan diperlukan keinginan untuk terus belajar karena tidak ada sekolahnya. Dan tiap masalah ataupun solusi di tiap rumah tangga itu berbeda-beda. Sejujurnya saya merasa bersyukur menikah di umur yang sekarang, karena saya merasa bahwa saya sudah siap. Saya tidak pernah menyangka akan menurunkan ego sebesar ini, berusaha mengalah, mengatur emosi, juga belajar melayani suami. Saya masih ingat, dulu saya sering berbincang dengan teman, bahwa “ I can see myself in the future with my kids, but not with my husband “. Mengapa? Karena saya tidak dapat berfikir bagaimana caranya hidup berdua dengan seseorang yang sama sekali asing. Jujur saja, di rumah, saya masih sering berantem dengan kedua adik saya, masih suka ngambek dan marah pada orang tua saya, padahal mereka sudah mengenal saya seumur hidup. Bagaimana dengan orang asing ini? Bisa bayangkan adaptasi yang harus kita lakukan. Tapi memang, pertama kita harus meniatkan menikah itu karena Allah, karena setelah ijab kabul, semua berjalan dengan sangat mudahnya. Seakan-akan dia memang sepantasnya hidup bersamamu.


Another highlight di tahun 2018 ini adalah saya keluar dari pekerjaan saya. Setelah 4 tahun bekerja, akhirnya saya memutuskan untuk resign karena harus ikut suami sekolah S2 di US. Alhamdullilah ini bukanlah hal yang sulit, karena bagi saya jika menikah maka sudah menjadi kewajiban bagi istri untuk ikut suami ke manapun dia pergi. Meskipun, tetap saja ada kesedihan, kegalauan dan juga stres karena tidak lagi bekerja, tapi saat ini saya sudah menikmati menjadi istri rumah tangga. Kalo mengutip penjelasan dari kajian ustad khalid, niatkan tiap pekerjaan rumah sebagai ibadah dan ambillah sebanyak-banyaknya pahala dari rumah.

Dan Maha Besar Allah, karena di tahun 2018 ini saya juga merasakan bahwa saya itu “liburan” terus. Dimulai dari Februari saya pergi ke Korea berdua dengan adik perempuan saya, menemani peserta kantor ke Legoland Malaysia, lalu Japan trip dengan teman-teman kantor. Setelah itu selama di Amerika alhamdulillah kami diberi kesempatan mengunjungi beberapa kota; Orlando, Chicago, Miami, Atlanta dan New Orleans. Masih banyak daerah yang kami ingin kunjungi di tahun 2019. Semoga Allah memberikan kesehatan dan rezeki untuk terus melihat ciptaannya.



Namun, selain banyaknya kebahagiaan tersebut saya juga merasa bahwa saya tidak punya banyak ambisi dan goal yang saya ingin capai. Setahun ini terasa mengalir, dan dengan banyaknya waktu yang saat ini saya punya, saya merasa bahwa saya bisa berkontribusi lebih dari yang selama ini saya lakukan. Terutama setelah saya membaca buku "BIG MAGIC" dari Elizabeth Gilbert mengenai hidup kreatif. Saya akan membuat review dari buku itu di post selanjutnya, mohon ditunggu ya. Jadi mungkin setelah ini, saya harus mulai membuat tujuan yang akan saya capai di tahun 2019. Dan seperti biasa akan coba saya tulis dan update di blog untuk mengecek perkembangannya.

12 Desember 2018

Cerita Kami

It's been 4 months since we get married.



Masih inget Desember tahun lalu, saya memperkenalkan Nadhil kepada keluarga saya di sebuah restoran di Jakarta. Siapa yang nyangka bahwa dalam satu tahun ini status saya sudah berubah dari single jadi married. Dulu tiap kali ditanya kapan nikah, kayaknya sebel banget. Jadi super sensitif gitu. Bahkan pernah saya berfikir tidak mau pulang saat lebaran karena malas ditanyain kapan nikah. Muka saya bisa berubah 180 derajat jadi super sinis dan jutek kalo ada yang mulai membahas masalah jodoh. Sebel banget pokoknya. Bahkan dulu, saking pengennya dapat jodoh, saya beberapa kali melakukan kesalahan hanya untuk "feeling secured".

Memang kayaknya yang namanya asmara, merupakan bagian yang paling suram dalam hidup saya. Kayaknya gak jodoh aja gitu. Tiap kali suka sama orang, orangnya gak suka sama saya. Atau kebalikan, tiap ada yang suka saya, saya gak suka sama orangnya. Gitu aja terus gantian. Makanya dulu saya sampe muak dan gak mau fokus ke situ lagi biar gak kepikiran. 

Dulu awalnya deket sama Nadhil pun juga nothing to loose. Waktu itu dikenalin sama Odi, temen SMA yang juga teman kuliahnya Nadhil. Kalo gak salah itu di awal tahun 2017. Karena dia kerja di Papua, jadi gak intens komunikasinya. Untungnya kami berdua tipe yang santai aja gitu, jadi kalo lagi gak sibuk baru balas line, begitupun sebaliknya. Tipe yang di weekend malah ngilang, karena kami sama2 lagi me time, gak mau diganggu. Trus ajaibnya waktu itu roommate Nadhil, Enggar adalah teman SMA juga yang lagi deket sama Afin, salah satu temen dekatku. Jadi memang aneh aja bisa deket. 

Trus di bulan Juli, dia pengen jadi lebih serius. Tapi waktu itu saya mempertanyakan lagi kesiapannya. Karena menurut saya, hubungan itu tidak lagi hanya untuk sekedar dekat, tapi punya tujuan untuk menikah pada akhirnya. Di saat yang saya, saya memiliki kesempatan untuk pergi ke tanah suci. Di sana saya berdoa pada Allah. Jika memang dia jodoh yang terbaik bagi saya, maka mudahkanlah. Ternyata Oktober 2017, dia dipindah ke Jakarta. Pembicaraan terakhir pun menyatakan bahwa dia memang mau serius. Akhirnya, barulah saya mulai memperkenalkan dia dengan keluarga saya. Hal itu merupakan langkah besar bagi saya, karena jujur saya gak pernah bawa "cowok" untuk dikenalkan, jadi super nervous banget waktu itu.

Long story short, Allah benar-benar mempermudah niat kami. Awal tahun 2018, keluarganya datang ke rumah. Itu adalah pertama kalinya saya bertemu dengan keluarganya. Takut banget kalo misalnya keluarganya gak suka atau ada keberatan dengan hubungan kami. Alhamdulillah lancar, sehingga Maret pun langsung lamaran. Waktu itu lumayan panik, karena Nadhil mau berangkat S2 di Agustus akhir, jadi nikahnya harus di bulan Juli atau awal Agustus. Padahal kan kalo di Yogya cari gedung itu susah ya. Masih inget beberapa teman book gedung setahun sebelum. Tapi juga inget cerita Mei, teman SMA yang cari gedung H-2 bulan dan dapat. Mungkin itu namanya dimudahkan sama Allah ya, jadi akhirnya nemu gedung UMY yang kosong di tanggal 11 Agustus. Udah, cuma itu aja yang kosong, lainnya gak.

And here we are, 11 Agustus 2018 kami resmi menjadi suami istri. Bener-bener gak tau bahwa dalam waktu satu tahun ini, banyak kejadian yang saya alami. Bersyukur banget semua dimudahkan. Memang kita harus selalu berusaha dan berdoa. Karena rencana Allah selalu baik,


Cheers,
ZN


23 September 2018

After Life - Post Power Syndrome

Siapa yang pernah mendengar tentang post power syndrome? Awalnya saya selalu menggunakan kata ini untuk menyindir Bapak saya yang pensiun di awal tahun 2018 dari perusahaan. Setiap kali beliau mulai bossy, atau bingung gak ada kerjaan, saya selalu mengeluarkan kata tersebut dengan nada mengejek. Siapa sangka saat ini, 7 bulan selanjutnya, sayapun merasakan hal yang sama dengan beliau?

Hal ini dimulai setelah 2 minggu masa liburan dan beres2 di Ann Arbor berakhir. Dengan mulai masuknya suami kuliah, maka saya mulailah bingung apa yang harus saya lakukan untuk mengisi waktu luang. Mulai dari nyuci baju, nyetrika, nyapu, ngepel, siap2 masak sudah saya lakukan dan ternyata saya masih mempunyai banyak waktu yang bisa saya gunakan. Dengan adanya unlimited internet, mulailah saya menonton drama korea, drama jepang, reality show, youtube, namun lama-lama saya mulai bosan juga dengan hal itu. Saya merasa TIDAK PRODUKTIF! Ditambah lagi dengan terus berjalannya insta story teman-teman kantor, teman kuliah dan sekolah yang memperlihatkan aktifitas kerjanya, membuat saya menjadi INSECURE.

The worst case? Saya uring-uringan, marah-marah gak jelas sama suami, gampang mengeluh, bahkan juga menangis tiba-tiba. Jujur suami saya heran dan merasa serba salah. Saat dia berusaha memberi solusi atau berpendapat, saya menganggap kata-katanya jahat dan tidak berperasaan. Mulailah drama ngambek dan muka cemberut. Sampai akhirnya saya sadar bahwa, siapapun tidak bisa merubah perasaan yang saya rasakan ini. Saya harus memperbaikinya sendiri. Mulai berfikir, dan yak, mari menulis di blog.

12 Juli 2017

July Focus : Continous improvement

It's been a long time since my post about being a better me.

For the last past 9 months after I back to head office, I feel that time flies. There are so many thing happen around me that I forgot about myself. Just a quick update, I move to another role by this month. By this happen, it means that I assigned to 3 channel role in one year. So far I have been learned about CCD in GT, MTI others, and Mom & Baby Shop channel. And the new role begin, I will manage Indomaret and E-commerce this time.

Move that aside, I learn a lot of things about myself. I get motivated easily, but at the times goes by, I can forget about it. As an example is my "minimalism lifestyle" that I am so excited about back then in 2015, and now I just realized that I need to get back on track.

The thing that I learn from my experienced is that I need to monitor myself so I am not losing focus. Rather than super dramatic changes, it will be easier for me to changes small thing but keep it for a month or so. This time I am gonna back on track, after evaluate what I have been through in the first semester of 2017.

Just quick recap of my 2017 revolution :
  1. Loving my self more. I need to accept what Allah give to me and feel grateful.
  2. Care for my self, workout, eat healthy, get enough rest
  3. Loving my family. Spend more time with them, spread happiness
  4. Loving my friends. I need to spend more time with my friends, make a beautiful memory, and be there in the best moment of their life.
  5. Loving my brain : English and Japanese? one book a month?
  6. Loving the Earth : Minimalism and Zero Waste
As July, I want to focus on small things that I can achieve everyday to reach my goals in 2017. So here is my focus this month :
  • Continuing a good habit from Ramadhan month : Dhuha and Sunnah Qobliyah & Ba'diyah
  • Sleep before 11 pm
  • Reduce complain to my parents, listen to them and just do what they want
  • Start blogging about minimalism lifestyle again to remind me about this lifestyle

Yes!! I think that is my July Focus

hope it can form a good habit, so I can keep increase my challenge every months

Ciao!!

Fira 

29 Mei 2017

Golden Ticket to Ramadhan

Alhamdulillah, tidak henti-hentinya kita harus bersyukur karena bisa dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan.

Pada awalnya saya sama sekali tidak merasa bahwa hal ini adalah hal yang berharga, hingga satu hari sebelum Ramadhan saya mendapat kabar bahwa saudara saya ada yang meninggal. Dan di hari pertama puasa, ada satu pekerja Mama saya yang meninggal karena pecahnya pembuluh darah di otak. Inalillahi, semua yang bernyawa akan kembali padaNya.

Jujur ketika saya mendengar semua itu, saya menjadi takut dan bersyukur. Takut karena menyadari bahwa kematian sangatlah dekat, dan tidak ada satupun yang mengetahui kapan kematian itu akan datang. Juga saya bersyukur karena masih diberikan oleh Allah kesempatan beribadah di bulan Ramadhan.

Lalu apa yang harus kita lakukan? Yang pertama tentu meluruskan niat, bahwa di bulan ini kita akan menggunakan waktu yang diberikan sebaik-baiknya. Bahwa di bulan ini kita harus bisa memperbanyak beribadah dan mengerjakan amal shaleh, juga mengurangi hal-hal yang kurang berguna.

Dalam waktu berfikir ini, saya pernah tiba-tiba tersentak, takut sekali. Karena tiba2 saya merasa "hidup". Ada yang pernah merasakannya juga? Terkadang kita merasa hidup ini adalah suatu kewajaran, rutinitas yang dijalani setiap hari, sehingga kita bisa bosan melakukannya. Namun kemarin saya merasa bahwa saya adalah sesuatu yang telah menjalani berbagai tahap kehidupan, dan suatu saat akan mati. Mati dalam bentuk jasad, dan akan dihidupkan kembali di akhir zaman. 

Lalu apa yang saya punya? bekal apa yang sudah saya siapkan untuk menghadapNya?
akankah saya tidak menyesal akan apa yang telah saya lakukan? menyia-nyiakan waktu yang sering saya dapatkan. Bagaimana jika saya masuk neraka?

Tiba-tiba berbagai pikiran berkecamuk dalam diri saya. Dan badan saya merinding. Saya takut sekali karena hal itu pasti akan terjadi.

Mungkin akan sulit bagi kita untuk mempercayainya, karena kita tidak bisa melihatnya. Beberapa hal terasa tidak masuk di akal, tidak sesuai dengan logika. Namun, apakah dalam agama kita semua harus diukur dengan logika? Karena jika memang seperti itu, maka kita pasti sudah gagal dalam Rukun Islam pertama, bahwa kita bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Karena kita tidak melihatnya.

Oleh karena itu, keyakinan untuk mempercayai hal yang ghaib adalah sebuah kewajiban di dalam Islam. Begitu pula kewajiban akan kematian dan hari akhir, hari pembalasan dan tujuan akhir. Semua itu ghaib, semua itu tidak dapat diukur dengan logika dan akal terbatas manusia. Maka, bersyukurlah kita sebagai manusia. Masih diberi satu kesempatan lagi untuk bertemu dengan bulan Ramadhan.

Tulisan ini sekaligus gentle reminder untuk saya, agar memperbaiki diri, dengan menjadikan Ramadhan ini sebagai momentum untuk memulai. Memulai menjadi probadi yang lebih baik, dan harapannya bisa dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya. 

Perbanyak beribadah, mengisi waktu yang diberikan dengan hal-hal positif, berkontribusi dan bekerja juga salah satu bentuk ibadah. Dan puasa adalah sebuah ujian, yang mengajarakan kita untuk melawan hawa nafsu, musuh terbesar bagi manusia

04 Januari 2017

2016 reflection and 2017 goals

Time flies fast..
I just think that many events happened to me during 2016.
I moved to Bandung, spend 9 months there and then I moved to Jakarta. Sometimes I feel that it was too much that I don't enjoy the moment. But, there are a lot of things that I grateful for, so I want to thank Allah for give me another year to overcome.


09 November 2016

Moving Again > Jakarta

I feel that is no longer a surprised.

I moved... again..

After 10 months in Surabaya, I already update in the blog that I moved to Bandung. Even with the same position, new area give another challenge and opportunity for me to learn something new. Honestly, I feel happy to live there and I am thinking to spend 1-2 years there.

But start on October, I moved to Head Office, Jakarta and assigned new job, as a assistant channel manager. I dont know why, but sometimes I think this company just go too fast. I mean, sometimes when I just settle down, making a routine and I am start to enjoy it, something changed. And it ruined everything.

I know that I am such a people who loves everything under control and goes as planned. So, this kind of thing makes me uncomfortable.

But, hey, it is life!! You can't always control it. Everything is happened for a reason. At least, I can live with my Dad and my brother again. You can't value it with money.

The hardest thing is adaptation and making a new habit. I am happy enough that I can catch up my job pretty easily. What takes my concern is the lifestyle in Jakarta. I must confessed that I am not a big fan of Jakarta, especially if you experienced living in Yogya, Surabaya and Bandung. They are so comfortable. In Bandung I feel that I have balancing my life.

Jakarta just so different. I don't know why but I feel so tired everyday. Time flies, going home at 7 or 8 is something common here. I am a morning person. I go to office at 7am, and nobody there. We just start to work at 9am. They feel comfortable to go home at 7pm or 8pm, while for me, I usually go home at 5pm. The struggle is real, especially when everybody in my department doing the same.

It doesnt show that much, but I think I am kind of stress. I need to make a new good habit to follow, make a new morning routine because I feel that I need workout to strengthen my immune. I also need to find a new hobby or activities to release my stress.

Hopefully in my next post I can explain what I am doing that works for me.

Love,
Fira

19 Juli 2016

Update!!! My 25 before 25

I lost from blogging for another months!

I am so sorry for this, but there are a lot of thing happened in my real life, so I forgot to update in my Blog. I have a new boss, it means that I need to adapt again and trying to figure out the way of working that fit with him.

I also admit that I lost my focus for the last two month, so in July, I think I need to review what happened for the half year of 2016 and make a plan for the rest of 2016.

There are several things that catch my attention in 2016:

  1. Minimalism
  2. Zero Waste lifestyle
  3. Veganism
  4. Bullet Journal
  5. Traveling
I learn  a lot of thing about this topic from YouTube and Pinterest. They have a several reading that fit my value and how to actually doing it. I will explore more and update in the blog what I thought about it and what is my plan to do it in my daily life.


30 Maret 2016

March Wrap Up!!

Hi!!

Today is the end of March and I am really happy to tell you that I work out this morning!!!
This is one of my achievement because I work out 5 times in this month, and I already doing it regularly. Last week I work out every two days. hehe.. I am so proud of my self.

This month, my focus on develop morning routine is a success. There is still more ways to go, but I am happy with my condition right now. I am planning to have light workout tomorrow and kick my ass to jogging again on the weekend.

For the past few years, my Daddy always told me that I need to have a workout routine. Because when you work, you need more energy and stamina to keep you up. Having it every day will increase you stamina and resistance. I realized that after work out you will feel good and this feeling help my mood become better for the rest of the day.

The difficult thing that I faced is having healthy and nutritionist breakfast. For the last two days I eat apple foe breakfast, but I only buy two so today I just eat whatever in front of the office to fill my stomach. This is something that I need to focus more on April. I need to buy a lot of fruit for breakfast or maybe some oats. Having a proper breakfast will help you to work well.

The last thing from my morning habit that I want to develop is to have a TO DO LIST or my 3 things to focus for the day. I realized that write it down makes me feel conscious about what I need to do for the day. 

Beside the three of it, I think I want to put another habit from my spiritual side. I want to do Shalat Dhuha regularly. Pray and feeling grateful for the things that Allah give me every morning, I want to increase my relationship with Allah.

I hope I can continue this habit every day for the rest of my life. Change something that is small, but regularly is the way I become a better me.

What is my April Focus on?
I will update you tomorrow..

Hope you also have a great March..

xoxo,
:)

15 Maret 2016

March Focus: Develop Morning Routine

Who likes to watch morning routine in YouTube videos?

I do....




I don't know why, but I like to see how people spend their morning. Maybe because it is the lifestyle that I dream of, or just having a good feeling that watching them makes me feel I already doing it. You know the feeling like, " I will make my morning like her". And we just feeling good as we did it even tough we didn't. 

Morning is my enemy. I remember that when I was in school, wake up at 5 am looks easy. But, now?? I don't know why it looks so hard. The bed just too comfy, my body doesn't feeling good, and other reasons that I can think of. What is the difference of the old me and the present me? I think that it just a habit. Habit is scary. You need to do that for 3 or 5 times, and your body just get used to it. Bad habit can form easily. On the other hand forming a good habit takes months. It need a hard work from yourself and discipline.

So, in my journey towards a better me. I want to have a good morning routine. My perfect schedule or my morning routine dream is:

Work Out
Healthy Breakfast
Write MIT for today

It looks easy, but trust me, start doing it is so hard...

That's why I would like to write it down in this blog, and update it whether I can do it or not. I really want to do that because having a good start will help you reduce the amount of "hectic morning" that people usually have.

Check this blog that have a good amount of morning routine from people around the world. Maybe you can find inspiration about how you spend your morning.

http://mymorningroutine.com/

10 Maret 2016

Review my 25 to do before 25

Hi..

this is the third month of 2016. There is another 3 months for me before I turn 25!!
Since I make a goals before I turn 25, I think I need to make a review about how it goes. And maybe makes some change because there is something that I can't do for the next 3 months.

Why I make an adjustment, because as you guys know I moved to Bandung unexpectedly. It was not in my plan. So, some of my wishlist will be impossible. And some of my wishlist just too specific, so I will make it more general. I need to make it more flexible so it will achievable.

Kiko's Engagement Party. Misteri sebuah jodoh

Seminggu yang lalu saya mendapat kabar bahagia dari salah satu teman baik saat kuliah, KIKO. Dia mengundang saya untuk datang ke acara lamarannya.

Jujur saya kaget ketika mendengarnya. Karena teman saya yang satu itu saat ditanya tentang asmara selalu berkata bahwa dia tidak punya. Memang selama masa studinya di Inggris kemarin, banyak laki-laki yang mendekatinya. Namun, dia tidak bergeming. Hingga akhirnya Kiko pun memutuskan untuk menerima pinangan salah satu rekannya, Mas Aga. I am so happy for her.

Kalo kata Kiko, dia pergi ke Inggris dapat dua berkah.
1. Gelar Master
2. Mister (husband to be)

hihihi.. bisa aja ya Kiko.

Masih inget banget, pertengahan tahun 2014 ketika kami merayakan ulang tahunnya. Di situ semua orang, kami dan keluarga Kiko mendoakan agar sepulangnya Kiko dari Inggris mendapatkan jodoh yang baik. Alhamdulillah doa tersebut dikabulkan oleh Allah. Memang yang namanya jodoh itu hanya Allah yang tahu.

Sebagai hambanya kita hanya bisa berdoa dan berusaha. Kalo memang jodoh gak akan kemana, gak perlu khawatir deh. Saya belum terlalu kenal sih sama calonnya, Mas Aga ini. Tapi kalo dilihat sekilas orangnya kayaknya baik deh. Haha.. sok tau..





Yang pasti sih Mas Aga ini terlihat pintar, dia memang akan melanjutkan S3 di Aussie tahun ini. Which means that Kiko juga akan cao ke Aussie akhir tahun. Yah.. sedih deh ditinggal Kiko lagi. Semoga acaranya di bulan September akan lancar buat Kiko dan Mas Aga. Doa yang gak terputus untuk kebahagiaan keduanya, semoga kekal hingga akhirat nanti. Amin..

01 Maret 2016

Management Trainee Danone - Flashback

Graduation Day..

Bukan, bukan graduation day UGM lagi kali ini. Tapi graduation day dari MT Danone. Time flies..
Sepertinya baru saja 23 Februari 2014 saya menandatangani kontrak untuk bekerja di Nutricia menjadi seorang Management Trainee. Memasuki dunia kerja adalah hal yang baru. Ada rasa takut, excited, juga gelisah yang melebur menjadi satu. Let's flashback...

Buat teman2 di luar sana yang pengen masuk jadi MT Danone, ini mungkin bisa jadi sum up apa yang bakal teman-teman lakukan kalo jadi MT Sales di Nutricia

Saya yakin ketika orang mendengar tentang kerja jadi sales pasti mikirnya salesman. Sama, saya juga dulu mikir kayak gitu. Jujur saya gak terlalu tau apa sih yang dilakukan oleh orang sales. 

Job desc nya apa sih? Ya pasti jualan, tapi bukan yang satu satu ke pintu rumah atau di jalan ya. Ternyata salesman jualannya gak cuma jualan langsung kayak gitu. Ada beberapa bagian yang bisa kamu lakukan kalo kerja di bidang sales. Nah, saat kamu jadi MT sales di Nutricia, kamu akan mengalami beberapa chapter, tiap chapter kamu akan dikasih project trus di akhir waktu yang ditentukan kamu harus presentasi di depan Direktur Sales dan orang HR yang akan melihat apakah kamu pantas untuk lulus atau gak.

Kalo lulus, kamu bisa lanjut ke chapter berikutnya, kalo gak ya,,
Bye bye.. mungkin bisa dicoba di tempat lain

Nah, kemarin apa aja sih yang dilakukan?
Let's see..

17 Januari 2016

Welcoming 2016 in New Place

Did I tell you that I moved?

Again.. yes, again..
Setelah menghabiskan 10 bulan di Kota Pahlawan, pada akhir Desember kemarin saya mendapat "surat sakti" yang menugaskan saya pindah ke Bandung. Masih dengan title yang sama, namun mendapatkan tantangan yang berbeda.

Saya masih ingat, atasan saya bertanya " Did you happy?".
To tell you the truth, more than happy, I am surprise.
Saya sama sekali tidak menyangka bahwa saya akan dipindah. Mengingat saya baru saja benar-benar betah di Surabaya, baru saja berhasil meraih hati team saya, sudah mempunyai banyak rencana di kepala untuk tahun depan. Ah.. bukankah itu hidup? Memang pada satu minggu sebelumnya I feel frustrated and bored. Rasa-rasanya saya ingin mendapatkan sesuatu yang baru. Be careful with your wish. Allah Maha Baik. Dia mendengar doa saya dan memberikan satu tantangan baru.

Saya selalu berdoa satu hal padanya. Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik bagi saya. Terbaik menurut jalanNya, bukan sesuai keinginan saya. Karena terkadang kita baru bisa menemukan hikmah setelah kita menjalaninya. Oleh karena itu saya hanya bisa bersyukur atas apa yang terjadi 1 bulan terakhir ini.

Saya menghabiskan libur akhir tahun bersama keluarga saya. We had so much fun! Kami tidak melakukan perjalanan mewah, hanya Malang dan sekitarnya. Tapi perjalanan itu berkesan. We speak to each other, share our feeling and worried. Spend a week to say goodbye to my team, and explore Bandung in the last two weeks. Semua berjalan sangat cepat. Kadang saya merasa tidak sanggup mengejarnya.

Post ini tentang apa sih?
haha.. saya juga tidak tahu
seperti biasa, post ini akan menjadi sebuah kicauan tidak jelas. Namun, akan sangat berarti bagi saya.

Sesungguhnya, terkadang saya merasa takut dan excited at the same time. Mengawali tahun 2016 dengan begitu banyak perubahan. Semua ini terasa terlalu cepat. Tapi, apapun yang terjadi kita harus menghadapinya kan? Kita tidak bisa lari.

Dan pagi ini saya memutuskan untuk memulai hari dengan sebuah senyuman dan tekad


"CRUSH IT ALL".


14 Desember 2015

25 to do before 25





25

20's something is the busiest time in your life. It's a life changing. There are a lot of things happened at this decade. You will graduate, searching for a job, married, having kids, get your first car, all this things happened quickly. I will reach my 25 soon. It's on June. So, I think it will be fun to make a bucket list to do before I reach 25.

30 Agustus 2015

Lima bulan di Kota Pahlawan

Time Flies....


gak kerasa waktu berjalan cepat banget. Tau tau udah lima bulan saya hidup di perantauan. Ngerasain jadi anak kos. Dulu saya selalu punya gambaran, apa yang akan saya kerjakan jika saya hidup sendiri. Saya percaya bahwa saya bisa hidup mandiri jauh dari orang tua. Tapi kini? Nyatanya dalam satu bulan saya bisa dua kali pulang ke Yogya. Belum pernah satu bulan pun saya tidak pulang ke Yogya. Selalu saja ada alasan bagi saya untuk pulang dan kembali ke rumah.

Ada teman saya yang sangat senang ketika akhirnya bisa hidup sendiri. Karena lebih bebas, bisa melakukan apapun yang ia inginkan. Tapi yang saya alami kebalikannya. Saya sedih. Berada di kosan sendirian membuat saya banyak berfikir dan merenung. Saya kangen keluarga saya. Betapa nikmat hidup dan kemudahan yang selama ini saya nikmati itu adalah hal yang sangat berharga dan mahal harganya. Hal-hal kecil yang selama ini tidak saya apresiasi ternyata adalah hal yang saya rindukan. Betapa Allah selama ini sangat baik kepada saya namun saya kurang bersyukur.

Hidup di Surabaya selama 5 bulan terakhir bukanlah hal yang muda. Penyesuain terhadap dunia kerja yang baru, rekan kerja yang sudah senior, klien dan outlet yang tidak bersahabat membuat saya resistance pada awalnya. Saya tidak bisa terima kenyaataan bahwa saya sudah di area. Sekarang saya mengerti mengapa Nadya dan Krisna selalu mengeluh mengenai penempatan mereka di area. Selama ini saya merasa saya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi penempatan ini. Namun ternyata hal ini tidak semudah yang saya bayangkan. Hal yang paling menyusahkan adalah karena saya harus belajar sendiri. SENDIRI. Jika di HO dulu, ada banyak senior, yang bisa menjadi teman bicara, merangsang otak untuk berfikir, dan mengarahkan analisis dan pengetahuan untuk mengembangkan karier. Sedangkan disini, saya sendiri. Saya harus belajar sendiri memecahkan berbagai masalah yang ada di area. Inilah dunia kerja. Kita bertanggung jawab pada karier kita sendiri. Apa yang harus dikembangkan. Atau pada akhirnya kita terlena dan membuat diri kita terjebak di dalam tempurung.

Sejujurnya saat ini saya masih mencari. mencari jawaban akan kemana saya akan melangkah. Saya masih tidak bisa memahami, apa yang membuat saya bergerak. I am so demotivated. Apa yang saya perlukan? Menulis. Menulis selalu bisa membuat saya berfikir mengenai apa yangharus saya lakukan slanjutnya. Jadi, boleh  ya saya curhat lagi. Blog ini memang berisi pemikiran saya. Jadi jangan pernah merasa bosan yaaa..

So, after some discussion with my dad. Here is September Focus:
1. Found a university for master degree
2. Prepare for IELTS, having english class
3. More veggies and fruits
4. Work out min 3x a week
5. Writing blog just to clear my mind
6. Make a plan for SPC
7. Make District analysis
8. SAVING..
9. Join into youth communities on weekend

So, that is my plan. Hope it goes well.
Wish me luck

11 Februari 2015

My 2015

Ini adalah post pertama saya di tahun 2015.
haha.. agak norak.

Apa sih yang mau saya tulis?
RESOLUSI? ini sih gak kecapai juga kayaknya.
Kenapa ya yang namanya resolusi itu sulit tercapai? Apakah karena resolusi itu memang hanya rencana? Yang sebaiknya tidak dicapai?

Atau mungkin juga karena kata resolusi membuat hal tersebut menjadi sesuatu yang sulit dicapai. Ada mindset dari dalam diri kita untuk menjadikan resolusi hanyalah sebuah resolusi semata.
Oleh karena itu, saya mencoba untuk tidak menggunakan kata tersebut, melainkan lebih kepada seperti apa sih tahun 2015 saya ingin jalani?

Bagi sebagian orang mungkin merasa sama saja ya. Tapi bagi saya itu beda. Karena Resolusi itu seakan sebuah tujuan tinggi yang sulit dicapai. Sedangkan yang ingin saya jalani itu lebih menekankan pada menikmati proses dan perjalanan waktu di Tahun 2015. Saya mencoba membuat tujuan dan perubahan kecil di tiap bulannya. Dan saya berharap bahwa saya bisa melakukannya. Daripada membuat tagline "TURUN 10 KG DALAM 1 TAHUN" misalnya, akan lebih baik jika saya membuat tujuan kecil seperti "Sarapan buah tiap pagi dan mengurangi nasi". Kelihatannya kecil dan tidak berdampak, tapi justru dari perubahan kecil itulah akan tampak perubahan yang lebih besar.

Bulan ini, saya mendapat sedikit pencerahan dari teman kantor saya, Tatya.
Di mata saya, Tatya adalah anak yang sangat lucu. Hidupnya sangat menyenangkan atau dibuat olehnya menjadi sangat menyenangkan dan terlihat sekali bahwa dia sangat menikmati hidupnya. Beberapa hari terakhir dia menyempatkan datang ke ruang kerja saya dan bercerita tentang dirinya yang membuat kami semua tertawa terbahak-bahak. Dan satu hal yang membuat saya kagum dengannya adalah dia membuat BUCKET LIST.

It looks so simple, but it's interesting.
karena saya adalah orang yang senang sekali membuat goal, tujuan, dan to do list in a serious way, maka bucket list adalah goal yang fun menurut saya.

Contoh BUCKET LIST versi Tatya adalah:

1. Mencoba paragliding
2. Menulis surat ke Presiden (it sounds crazy, YES!)
3. Tiduran di Mal selama 5 menit

itu adalah hal yang aneh dan tidak pernah ada dalam pikiran saya sebelumnya. But I think it will be fun. So, here is my bucket list:

1. Mastering one DANCE. (whether it is traditional or kpop cover)
2. Write a post about beauty review. ( I love skincare and make up, so I will try to write it down)
3. Get diving certificate
4. Write a letter to my Korea/ Japanese friends

I know it's still too boring. Not really fun. But it kind of interesting than my usual resolution.
Finger cross!!

I will try to review in June. Haha..

30 Desember 2014

Menutup tahun 2014

Halo halo...

akhir-akhir ini aku sering banget ya update blog.
hehe.. maklum lagi gak banyak kerjaan nih di kantor. Alasan lainnya juga karena para bos bos lagi cuti, jadi bisa agak santai. wkakakak.. jangan ditiru ya, ini anak buah yang nakal

tinggal besok nih akhir dari tahun 2014.
Apa kabar resolusi? Tercapai semua gak?
Jujur aja, saya sendiri lupa tahun ini punya resolusi apa. Hahaha..
Jadi jangankan tercapai, tahu aja nggak..

Anyway.. hari ini baru aja saya baca ulang tuh semua yang pernah saya tulis di blog.
Lucu juga lo bacanya. Mungkin karena blog ini jadi tumpahan curhatan ketika otak lagi pening ya. Jadi berasa flashback gitu baca post post sebelumnya.

Dan paling nohok itu pas baca postingan saat saya baru saja berumur 22 tahun. Inget banget waktu itu pas lagi hits lagunya Taylor Swift yang 22. Wuiihh,, berasa lagu itu diciptain khusus buat saya. Secara waktu itu agak galau karena udah merasa tua. Dan saat ini saya sudah 23,5 tahun. Halaahh.. pake setengah. Soalnya kan saya ultah bulan Juni.

Di tahun 2014 ini ada banyak banget kejadian di hidup. Jujur gak kerasa. Dimulai dari kehidupan pengangguran yang baru lulus wisuda, sok-sokan ikut nyari kerjaan. Trus escape liburan ke Hongkong berdua sama adik lelaki tercinta. Dilanjut dengan kerja keterima di Danone, Nutricia masuk divisi sales. On the job training di Medan selama 3 bulan, lanjut bantuin Alfamidi, dan sekarang lagi nyasar ngurusin MTI dan GT.

Hal yang agak nakutin adalah saya sama sekali gak ngerasa waktu berjalan cepat sekali. Memang ya namanya hidup di Jakarta itu bahaya. Tau-tau udah mau setahun aja saya kerja. Tau-tau saya besok bakal dilempar ke area, denger-denger sih Sulawesi. Kayaknya saya paham kenapa ada banyak eksekutif muda sukses, lelaki dan perempuan yang umurnya udah kepala tiga dan belum menikah. Karena kita kerja, pulang capek, weekend main, tahu-tahu udah 5 tahun aja.. Gak kerasa suer. Banyak banget yang berubah dalam satu tahun ini.

Tetapi sedihnya kalo masalah jodoh saya masih belum beruntung nih.
Udah pernah kenalan sama dua lelaki, tapi masih belum ada yang nyantol.
Udah doa kenceng banget ke Allah minta jodohnya disegerain, dipaketin dari masa depan, tapi belum nyampe juga.
Mungkin pake pos ya bukan TIKI, jadinya lama.

Tapi selain itu saya juga sempet muhasabah diri, aka evaluasi.
Saya sadar saya tuh orang rumahan banget, malas keluar atau jalan. Pertemanan juga itu itu aja. Beneran deh, saya baru sadar inner circle saya sedikit sekali. You name it. Bisa kok saya sebutkan. Mungkin karena saya memang orangnya pemilih dan gak semua orang bisa kebal dengan sifat menyebalkan dan galaknya saya. Huft..

Tapi beneran kok saya udah berusaha untuk menurunkan benteng pertahanan saya. Saya sudah mau dikenalin sama cowok-cowok. (Tapi harus yang qualified ya, saya gak mau sama yang ecek-ecek karena niatnya kan cari pacar. Haha.. ada syarat minimalnya lah) Kecuali yang memang buat temenan doang ya.. Saya juga lagi usaha untuk gak jutek dan galak lagi sama orang. *Ini susah banget sumpah. Secara galak dan jutek kan udah turunan. Huft...

Nah, tapi saya itu memang gak bisa memulai pembicaraan. Susaaahh banget kalo ngobrol. Kecuali kalo memang nyambung ya. Tapi malas banget gak sih kalo bbman, line atau whatsapp tiap hari. Udah lo diusahain cari topik. Mulai dari hobi, keluarga, temen, tapi habis itu bingung.. Awkward moment, gak tau harus ngomong apa.. Huhu.. Gak ada ya les menjalin hubungan dengan lelaki gitu. Biar gampang..

oke, ini kenapa saya akhirnya ngomongin jodoh ya.

ya, intinya saya bersyukur banget sama semua yang terjadi di tahun 2014 ini. Alhamdulillah saya bisa menghasilkan uang sendiri, bisa nyenengin ortu dan adik karena udah bisa nraktir. Hehe.. Tapi saya masih stuck sama maslaah percintaan. Yang ini butuh usaha ekstra sepertinya.

Semoga di tahun 2015, saya bisa menjadi lebih baik. Dan semoga jodohnya bisa segera datang ya. Hihihi...

Just rambling

 Pernah gak sih kalian tu ngerasa bingung.. Mau ngapain ya? Duh bosan..  Trus berakhir dengan scrolling ig gak jelas.. Itulah yang kulakukan...