30 Agustus 2015

Lima bulan di Kota Pahlawan

Time Flies....


gak kerasa waktu berjalan cepat banget. Tau tau udah lima bulan saya hidup di perantauan. Ngerasain jadi anak kos. Dulu saya selalu punya gambaran, apa yang akan saya kerjakan jika saya hidup sendiri. Saya percaya bahwa saya bisa hidup mandiri jauh dari orang tua. Tapi kini? Nyatanya dalam satu bulan saya bisa dua kali pulang ke Yogya. Belum pernah satu bulan pun saya tidak pulang ke Yogya. Selalu saja ada alasan bagi saya untuk pulang dan kembali ke rumah.

Ada teman saya yang sangat senang ketika akhirnya bisa hidup sendiri. Karena lebih bebas, bisa melakukan apapun yang ia inginkan. Tapi yang saya alami kebalikannya. Saya sedih. Berada di kosan sendirian membuat saya banyak berfikir dan merenung. Saya kangen keluarga saya. Betapa nikmat hidup dan kemudahan yang selama ini saya nikmati itu adalah hal yang sangat berharga dan mahal harganya. Hal-hal kecil yang selama ini tidak saya apresiasi ternyata adalah hal yang saya rindukan. Betapa Allah selama ini sangat baik kepada saya namun saya kurang bersyukur.

Hidup di Surabaya selama 5 bulan terakhir bukanlah hal yang muda. Penyesuain terhadap dunia kerja yang baru, rekan kerja yang sudah senior, klien dan outlet yang tidak bersahabat membuat saya resistance pada awalnya. Saya tidak bisa terima kenyaataan bahwa saya sudah di area. Sekarang saya mengerti mengapa Nadya dan Krisna selalu mengeluh mengenai penempatan mereka di area. Selama ini saya merasa saya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi penempatan ini. Namun ternyata hal ini tidak semudah yang saya bayangkan. Hal yang paling menyusahkan adalah karena saya harus belajar sendiri. SENDIRI. Jika di HO dulu, ada banyak senior, yang bisa menjadi teman bicara, merangsang otak untuk berfikir, dan mengarahkan analisis dan pengetahuan untuk mengembangkan karier. Sedangkan disini, saya sendiri. Saya harus belajar sendiri memecahkan berbagai masalah yang ada di area. Inilah dunia kerja. Kita bertanggung jawab pada karier kita sendiri. Apa yang harus dikembangkan. Atau pada akhirnya kita terlena dan membuat diri kita terjebak di dalam tempurung.

Sejujurnya saat ini saya masih mencari. mencari jawaban akan kemana saya akan melangkah. Saya masih tidak bisa memahami, apa yang membuat saya bergerak. I am so demotivated. Apa yang saya perlukan? Menulis. Menulis selalu bisa membuat saya berfikir mengenai apa yangharus saya lakukan slanjutnya. Jadi, boleh  ya saya curhat lagi. Blog ini memang berisi pemikiran saya. Jadi jangan pernah merasa bosan yaaa..

So, after some discussion with my dad. Here is September Focus:
1. Found a university for master degree
2. Prepare for IELTS, having english class
3. More veggies and fruits
4. Work out min 3x a week
5. Writing blog just to clear my mind
6. Make a plan for SPC
7. Make District analysis
8. SAVING..
9. Join into youth communities on weekend

So, that is my plan. Hope it goes well.
Wish me luck

12 Februari 2015

Weekend Escape in Penang, 7-8 Juni 2014

I know that it's been a long time since I  write down my travelling journey. I was busy with my job and I crave for holiday. So I hope with write down my experience, I will get another trip soon.

June is my birthday month. I still lived in Medan at that time as a management trainee in Nutricia and all my friends already comeback to Jakarta. I left alone. Having birthday alone in Medan? Doesn't sound good. That's why I plan to have an escape trip to Penang, Malaysia.

Why Penang?
1. I don't need visa
2. Plane ticket was really cheap. IDR 500k for two ways
3. Small city with a beautiful heritage to explore in 2 days.

I always scared to travel alone but I know that I need to do this. I want to spend my birthday in other country and feeling happy. I went on 7th June and I comeback on 8th June.

I slept in Tofu Cafe, Beds and Bikes in George town and I was falling in love with this hostel. This is the best hostel that I've ever had in my life. The owners are so friendly and helpful and the place is nice. They have a really good dorm. It looks like a capsule, and in each capsule you will get a fan, reading light, towel rail and basket to put your stuff. We get a locker to secure our bag, and there is some cozy corner to read or just chatting with your roommate.

11 Februari 2015

My 2015

Ini adalah post pertama saya di tahun 2015.
haha.. agak norak.

Apa sih yang mau saya tulis?
RESOLUSI? ini sih gak kecapai juga kayaknya.
Kenapa ya yang namanya resolusi itu sulit tercapai? Apakah karena resolusi itu memang hanya rencana? Yang sebaiknya tidak dicapai?

Atau mungkin juga karena kata resolusi membuat hal tersebut menjadi sesuatu yang sulit dicapai. Ada mindset dari dalam diri kita untuk menjadikan resolusi hanyalah sebuah resolusi semata.
Oleh karena itu, saya mencoba untuk tidak menggunakan kata tersebut, melainkan lebih kepada seperti apa sih tahun 2015 saya ingin jalani?

Bagi sebagian orang mungkin merasa sama saja ya. Tapi bagi saya itu beda. Karena Resolusi itu seakan sebuah tujuan tinggi yang sulit dicapai. Sedangkan yang ingin saya jalani itu lebih menekankan pada menikmati proses dan perjalanan waktu di Tahun 2015. Saya mencoba membuat tujuan dan perubahan kecil di tiap bulannya. Dan saya berharap bahwa saya bisa melakukannya. Daripada membuat tagline "TURUN 10 KG DALAM 1 TAHUN" misalnya, akan lebih baik jika saya membuat tujuan kecil seperti "Sarapan buah tiap pagi dan mengurangi nasi". Kelihatannya kecil dan tidak berdampak, tapi justru dari perubahan kecil itulah akan tampak perubahan yang lebih besar.

Bulan ini, saya mendapat sedikit pencerahan dari teman kantor saya, Tatya.
Di mata saya, Tatya adalah anak yang sangat lucu. Hidupnya sangat menyenangkan atau dibuat olehnya menjadi sangat menyenangkan dan terlihat sekali bahwa dia sangat menikmati hidupnya. Beberapa hari terakhir dia menyempatkan datang ke ruang kerja saya dan bercerita tentang dirinya yang membuat kami semua tertawa terbahak-bahak. Dan satu hal yang membuat saya kagum dengannya adalah dia membuat BUCKET LIST.

It looks so simple, but it's interesting.
karena saya adalah orang yang senang sekali membuat goal, tujuan, dan to do list in a serious way, maka bucket list adalah goal yang fun menurut saya.

Contoh BUCKET LIST versi Tatya adalah:

1. Mencoba paragliding
2. Menulis surat ke Presiden (it sounds crazy, YES!)
3. Tiduran di Mal selama 5 menit

itu adalah hal yang aneh dan tidak pernah ada dalam pikiran saya sebelumnya. But I think it will be fun. So, here is my bucket list:

1. Mastering one DANCE. (whether it is traditional or kpop cover)
2. Write a post about beauty review. ( I love skincare and make up, so I will try to write it down)
3. Get diving certificate
4. Write a letter to my Korea/ Japanese friends

I know it's still too boring. Not really fun. But it kind of interesting than my usual resolution.
Finger cross!!

I will try to review in June. Haha..

30 Desember 2014

Menutup tahun 2014

Halo halo...

akhir-akhir ini aku sering banget ya update blog.
hehe.. maklum lagi gak banyak kerjaan nih di kantor. Alasan lainnya juga karena para bos bos lagi cuti, jadi bisa agak santai. wkakakak.. jangan ditiru ya, ini anak buah yang nakal

tinggal besok nih akhir dari tahun 2014.
Apa kabar resolusi? Tercapai semua gak?
Jujur aja, saya sendiri lupa tahun ini punya resolusi apa. Hahaha..
Jadi jangankan tercapai, tahu aja nggak..

Anyway.. hari ini baru aja saya baca ulang tuh semua yang pernah saya tulis di blog.
Lucu juga lo bacanya. Mungkin karena blog ini jadi tumpahan curhatan ketika otak lagi pening ya. Jadi berasa flashback gitu baca post post sebelumnya.

Dan paling nohok itu pas baca postingan saat saya baru saja berumur 22 tahun. Inget banget waktu itu pas lagi hits lagunya Taylor Swift yang 22. Wuiihh,, berasa lagu itu diciptain khusus buat saya. Secara waktu itu agak galau karena udah merasa tua. Dan saat ini saya sudah 23,5 tahun. Halaahh.. pake setengah. Soalnya kan saya ultah bulan Juni.

Di tahun 2014 ini ada banyak banget kejadian di hidup. Jujur gak kerasa. Dimulai dari kehidupan pengangguran yang baru lulus wisuda, sok-sokan ikut nyari kerjaan. Trus escape liburan ke Hongkong berdua sama adik lelaki tercinta. Dilanjut dengan kerja keterima di Danone, Nutricia masuk divisi sales. On the job training di Medan selama 3 bulan, lanjut bantuin Alfamidi, dan sekarang lagi nyasar ngurusin MTI dan GT.

Hal yang agak nakutin adalah saya sama sekali gak ngerasa waktu berjalan cepat sekali. Memang ya namanya hidup di Jakarta itu bahaya. Tau-tau udah mau setahun aja saya kerja. Tau-tau saya besok bakal dilempar ke area, denger-denger sih Sulawesi. Kayaknya saya paham kenapa ada banyak eksekutif muda sukses, lelaki dan perempuan yang umurnya udah kepala tiga dan belum menikah. Karena kita kerja, pulang capek, weekend main, tahu-tahu udah 5 tahun aja.. Gak kerasa suer. Banyak banget yang berubah dalam satu tahun ini.

Tetapi sedihnya kalo masalah jodoh saya masih belum beruntung nih.
Udah pernah kenalan sama dua lelaki, tapi masih belum ada yang nyantol.
Udah doa kenceng banget ke Allah minta jodohnya disegerain, dipaketin dari masa depan, tapi belum nyampe juga.
Mungkin pake pos ya bukan TIKI, jadinya lama.

Tapi selain itu saya juga sempet muhasabah diri, aka evaluasi.
Saya sadar saya tuh orang rumahan banget, malas keluar atau jalan. Pertemanan juga itu itu aja. Beneran deh, saya baru sadar inner circle saya sedikit sekali. You name it. Bisa kok saya sebutkan. Mungkin karena saya memang orangnya pemilih dan gak semua orang bisa kebal dengan sifat menyebalkan dan galaknya saya. Huft..

Tapi beneran kok saya udah berusaha untuk menurunkan benteng pertahanan saya. Saya sudah mau dikenalin sama cowok-cowok. (Tapi harus yang qualified ya, saya gak mau sama yang ecek-ecek karena niatnya kan cari pacar. Haha.. ada syarat minimalnya lah) Kecuali yang memang buat temenan doang ya.. Saya juga lagi usaha untuk gak jutek dan galak lagi sama orang. *Ini susah banget sumpah. Secara galak dan jutek kan udah turunan. Huft...

Nah, tapi saya itu memang gak bisa memulai pembicaraan. Susaaahh banget kalo ngobrol. Kecuali kalo memang nyambung ya. Tapi malas banget gak sih kalo bbman, line atau whatsapp tiap hari. Udah lo diusahain cari topik. Mulai dari hobi, keluarga, temen, tapi habis itu bingung.. Awkward moment, gak tau harus ngomong apa.. Huhu.. Gak ada ya les menjalin hubungan dengan lelaki gitu. Biar gampang..

oke, ini kenapa saya akhirnya ngomongin jodoh ya.

ya, intinya saya bersyukur banget sama semua yang terjadi di tahun 2014 ini. Alhamdulillah saya bisa menghasilkan uang sendiri, bisa nyenengin ortu dan adik karena udah bisa nraktir. Hehe.. Tapi saya masih stuck sama maslaah percintaan. Yang ini butuh usaha ekstra sepertinya.

Semoga di tahun 2015, saya bisa menjadi lebih baik. Dan semoga jodohnya bisa segera datang ya. Hihihi...

28 Desember 2014

Happy Galau

Jadi ceritanya tadi malam saya susah tidur.
Bukan, bukan karena saya insomnia. Saya kan paling cepet ya kalo tidur. Jam 9 udah bablas biasanya. Tapi tadi malam saya mikir panjaaangg banget dan kepikiran sampe sekarang.

Ini dimulai dari baca buku. Saya baca buku adik saya yang intinya tentang
"PROJECT OF HAPPINESS"

well, saya belum baca semua, baru baca dua bab. Tapi itu udah bikin saya pusing setengah mati. kepikiran banyak hal.
Buku itu menuliskan pengalaman sang penulis yang mencari arti kebahagiaan dan apa yang berusaha dia lakukan untuk mendapatkannya. Dia membuat goal kecil yang terukur dan mengevaluasinya.
Bukan, bukan karena baca itu saya pusing. Tetapi saya jadi memikirkan tentang hidup saya.

Am I happy?
What happiness means to me?

Kalo ditanya saya happy atau gak, mungkin saya bisa bilang saya belum happy happy banget.
Eh tapi takut dibilang gak bersyukur juga kalo gak ngerasa seneng dengan apa yang dimiliki saat ini. Berpendidikan, udah kerja, keluarga menyenangkan. Apa yang kurang?
Oke memang kalo masalah pasangan itu udah masalah dari dulu yang sampe sekarang gak kelar2.
Dan setelah menuju umur 25, tau dong kalo masalah itu lebih sering dibicarain. Dan ngerasa sedih belum bisa kasih calon ke ortu.

Anyway, itu galaunya nanti aja deh.. Galau yang lain dulu ya..
Balik lagi tentang hidup bahagia

Sering banget kan orang ngomong tentang passion. Bahwa lo harus kerja yang sesuai passion lo biar bahagia. Nah, masalahnya sama kayak masalah semua orang.

Q:" Apa sih passion saya sebenernya?"

Kalo ditanya saya seneng gak sama kerjaan. Bisa dibilang ada seneng dan enggaknya sih. Senengnya di sales tu kalo kita bisa jalan2, ketemu orang toko, bikin promo menarik sehingga target bulanan nyampe. Itu senengnya. Tapi gak seneng juga kalo akhir bulan dikejar2 target, bikin analisis dan kena marah buyer atau pemilik toko gara2 jualan susah. Well, that's life isn't?

Tapi apa itu passion saya? Saya masih gak bisa jawab.

Q:Apa sih yang bikin saya seneng banget sampe gak bisa tidur?

Kalo bikin rencana liburan atau perjalanan ke suatu tempat setelah penat dengan kehidupan. *halah..lebay

Tapi beneran saya seneng banget kalo browsing sebelum perjalanan ke suatu tempat. Misalnya saya ingin ke Hongkong, trus selama 7 hari itu saya bikin deh rencana mau ke mana aja, hostelnya dimana, berapa pengeluaran, makan apa dimana. Dan keluarga saya suka kalo pergi dengan saya karena mereka tinggal terima jadi. Gak perlu ribet segala macam. Tinggal cuss, foto-foto, pulang.

Apa itu yang bisa saya bilang sebagai passion?
Tapi kalo mikir kerja apa dari situ, travel planner gitu?
apakah bisa memberikan fixed income?

Huft.. galau..

Jadi kan disebutkan tuh kalo passion itu memang gak semua menghasilkan uang, bisa sih menghasilkan, tapi ya harus usaha marketing ke mana mana. Which is gak gampang. Jadi harus gimana dong? Solusinya apa?

Well, saya masih gak tau juga. Saya nulis di blog juga bukan karena udah tau jawaban mau sok bijak ngajarin orang. Tapi karena saya pengen aja numpahin pikiran di kepala ke media lain daripada cuma ngumpul jadi sampah sendirian. At least, udah lega nulis ini semua.

Sampai saat ini saya masih kerja dan live my life as it is. Masih jadi anak sales, masih jadi kacung. Masih belum berani mimpi yang enak-enak. Karena mungkin memang belum waktunya.
Haduh.. ini post makin gak jelas ngomong apa.

Ok. Bye.

28 November 2014

Tips Supaya Tidak Sakit Hati: BERHENTILAH SEBELUM MEMULAI

Siapa yang tidak pernah sakit hati?
Baik itu dikarenakan cinta yang bertepuk sebelah tangan, diselingkuhin, diPHPin, semua pasti pernah ngerasin dong?
Nah, biasanya mulai kelihatan bedanya adalah dari apa yang kita lakukan setelah itu.
Gimana cara kita move on bahasa gampangnya.
Ada yang gak peduli, cuek, dan langsung menemukan pacar/ gebetan baru
ada juga yang dipendam lama banget bertahun-tahun gak nemu-nemu juga

Kebetulan saya masuk ke pihak yang kedua. Kalo kata teman-teman saya, saya kelamaan jomblonya. Kalo dipikir-pikir iya juga. Terakhir kali saya punya pacar memang kelas 1 SMA. Tapi bukan berarti saya gak punya orang yang disukai ya habis itu.. Ada kok, banyak.. Tapi semua gak ada yang lanjut karena satu hal

SAYA TAKUT

Saya takut sakit hati lagi
Saya takut jika hal ini dilanjutkan, hasilnya tidak seperti yang saya inginkan
Saya takut memulai, karena
saya takut melihat akhirnya..

So, for many years I quit.
Saya pernah deket dengan beberapa lelaki. Tapi setelah cukup dekat saya jadi ragu. Apakah orang ini orang yang tepat? Benarkah dia tidak akan menyakiti seperti yang sebelumnya? Bermacam-macam pikiran berkecamuk hingga akhirnya saya memutuskan untuk berhenti. Keluar dari dunianya, keluar dari hubungan itu.

Saya merasa sih saya JAHAT. istilahnya, saya PHPin cowok tersebut. Alasannya? saya bisa menyebutkan berbagai macam alasan. Mau serius kuliah, lagi gak mau terikat, kayaknya banyak yang gak cocok, tapi saya gak berani bilang bahwa SAYA TAKUT.

Saya seorang pengecut
Yang gak berani maju untuk mencoba
Yang gak berani berjuang demi sebuah hubungan

Dan itu terus berulang sampai sekarang.

Apakah saya gak sakit hati?
Well, tentu saya pernah ngerasain gak enaknya. Ngeliat cowok itu sekarang sama pacar barunya dan kelihatan bahagia. Dan saya hanya bisa berkata, "Seandainya itu aku"
Ada beberapa penyesalan tentunya
Tapi... saya merasa hal itu tidak seberapa dibandingkan dengan berakhirnya sebuah hubungan.

Pasti itu akan lebih sakit lagi. Dan saya gak tahu butuh berapa lama waktu untuk bangkit lagi.

Jadi, buat kalian yang gak pengen sakit hati. Nikmatin aja masa-masa pedekate, dekat dengan orang, tapi gak usah buat komitmen. Jangan main hati sepenuhnya. Ikutin seneng-senengnya aja, tapi tetep bangun tembok tinggi supaya hati gak terlalu bermain. Kontrol semua dengan hati dingin. Pastikan kamu gak jatuh ke pesonanya.

Karena saya sampai saat ini masih ingin jadi seorang pengecut.
Yang akan berhenti sebelum memulai

07 Februari 2014

Ocean Park (Hongkong-Shenzhen-Macau Trip. 20-27 January 2014)

I am back!!!
now, with another place to travel!!
So basically, me and my brother went to Hongkong, Shenzhen and Macau last month. At first, I just plan to go to Hongkong only. But then I read a lot of blog and book that you can go to Shenzhen and Macau as well since it is really close. The biggest reason to choose Hongkong and Macau is because you don't need visa to go there. As Shenzhen, you can apply VOA (Visa on Arrival). ^^

20 January 2014
Basically it just a day in plane
07.25 - 10.45 Yogyakarta-Singapore with Air Asia
14.15 - 18.10 Singapore-Hongkong with Tiger air
After arrive in the airport, the first thing that we buy is Octopus Card HKD 150. It is a transportation card to pay bus, train, tram and ferry. If you go around Hongkong with public transportation, than buy this card will be helpful.

18 Januari 2014

Perjuangan demi Infinity Challenge ( Muhan Dojeon )

Karena gak ada kerjaan, maka kali ini saya ingin share tentang pengalaman tahun lalu ke Seoul, Korea. Lebih tepatnya tentang MBC building di Ilsan. Buat para penggemar Running Man, pasti udah gak asing sama Yoo Jaesuk dan Ha Ha. Dua comedian ini juga punya acara bareng di MBC, yakni Infinity Challenge. Program tersebut udah lamaaa banget tayangnya. Sekarang aja udah sampe episode 300an. Saat ini member di Infinity Challenge ada Yoo Jaesuk, Park Myungso, Ha Ha, Junha, Noh Hongchul, Hyongdon dan Gil.



01 Januari 2014

Evaluation of 2013

Tahun 2013 merupakan tahun yang menimbulkan penyesalan di hati saya. Saat pergantian malam, saya melakukan renungan dan saya merasa tidak mendapatkan apa-apa selama satu tahun belakangan. Saya merasa saya telah menyia-nyiakan banyak waktu untuk hal yang tidak bermanfaat di tahun 2013. Ada banyak pikiran dan penyesalan yang terjadi, saya merasa saya bisa melakukan lebih dari apa yang telah saya lakukan. Benar kata orang bahwa penyesalan itu selalu diakhir. Karena itulah yang saya rasakan saat ini.

Tahun 2013 tidak selamanya buruk. Tentu saja saya juga menemukan banyak kebahagiaan dan melakukan hal-hal baru. Di tahun ini saya melakukan solo traveling untuk pertama kalinya ke Fukuoka, Jepang dan dilanjutkan 2 minggu "mbolang" di Korea Selatan. Tahun 2013 juga merupakan sebuah kebanggaan karena saya berhasil magang di perusahaan impian saya BCG selama 2 bulan. Ada banyak sekali pengalaman menarik yang saya temukan di sana dan menginspirasi saya untuk berbuat lebih. Dan yang terakhir adalah selesainya saya kuliah di FEB UGM karena saya menyelesaikan skripsi dan berhasil lulus bulan Oktober kemarin untuk mengejar wisuda di bulan November. It was something that I proud of. :)

Tapi di tahun ini saya merasa "nyampah". Ada banyak pemikiran yang bergumuk di kepala saya. Ada semangat yang hilang dan ada perasaan gelisah dalam diri saya. Jika saya mau flashback satu tahun lalu, mungkin kesalahan ini dimulai saat memulai tahun 2013.

Masih teringat di pergantian tahun 2012 menuju 2013 saya berada di Kyoto, Jepang bersama Kerlyn, Sharon dan Gyza dalam rangka winter trip. Singkat cerita, kami tidak mendengar bunyi lonceng tahun baru (yang diharapkan terjadi di kuil), terjebak ribuan manusia, dan pulang jalan kaki sekitar 1 jam lamanya karena tidak ada kendaraan umum di malam tersebut. Dan kesalahan terbesar saya adalah saya tidak membuat RESOLUSI atau TUJUAN yang akan saya capai di tahun tersebut. Entah apa yang ada di pikiran saya, hanya saja saat itu saya berkata bahwa saya tidak ingin membuat tujuan apa-apa di tahun 2013. Saya jadi memahami, bahwa tanpa tujuan kita akan berjalan tak tentu arah, terombang-ambing karena tidak tau mau ke mana. Itulah yang terjadi pada saya tahun lalu, yang membuat saya menyadari betapa pentingnya resolusi dibuat.

Mungkin karena saya tidak mempunyai banyak kegiatan, maka waktu  saya banyak terbuang hanya untuk sekedar menonton artis korea favorit di youtube, membaca komik dan menonton drama. Ironi rasanya karena saya hanya terdiam di atas komputer sedangkan orang yang saya kagumi bekerja keras. Akhir akhir ini saya merasa bahwa saya telah menjadi orang yang malas. Berjam-jam saya habisi di depan komputer doing nothing. Masih mending kalo dari kegiatan tersebut ada sebuah karya yang dibuat. Tapi ini? tidak ada satupun yang membanggakan. Dulu saya masih bisa excuse mengatakan saya mengerjakan skripsi, stress dan butuh hiburan? Tapi sekarang? Tidak ada lagi alasan.

Saya juga bingung melakukan apa di waktu luang. Semua itu karena tidak adanya tujuan. Memang sepengalaman saya saat saya membuat resolusi tiap tahunnya, tidak semua keinginan saya bisa terpenuhi. Tapi setidaknya ada akhir yang ingin saya tuju. Sehingga di saat saya luang, ada sesuatu yang bisa saya kejar. Dulu di dinding kamar saya ada whiteboard yang berisi cita-cita saya selama 5 tahun ke depan dan hal yang harus saya capai di tahun ini. Namun, karena saya memulai tahun 2013 dengan idealisme TIDAK ADA RESOLUSI. Makaaaa… inilah yang terjadi. I feel empty.

Oleh karena itu, maka di awal tahun baru 2014 ini. Saya memulai dengan membuat sebuah resolusi tahun baru 2014. Biar dikata orang itu mainstream, tapi saya menyadari inilah yang saya butuhkan saat ini. Sebuah tujuan. Agar waktu saya 365 hari ke depan dapat saya gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi saya dan orang banyak.

Some of my resolution:
1. Get a job
Well, I am jobless. My friend, Reetta tell me that one thing that makes her mad is because getting a job is depend on the other. How good you are doesn't guarantee you to get a job easily. At first, I can't understand but now I know because I experienced it

2. Being healthy
I just want to change my lifestyle. Drink more water, eat more veggie and fruit, and exercise are a good habit that I want.

3. Develop my ability
I just give myself task to read a book each week and write down about the lesson. I also want to learn new thing such as cooking and sewing.

4. Travel!!!!!
It's a MUST!
2013 = Japan and Korea
2014 = ? I will open the year with traveling to Hongkong and Macau.
Hope to go to another country, and of course explore more place in Indonesia. I still hope to go to Karimun Jawa, Lombok or Derawan island for 2014. Wish to come true..


that is mine.
so what is yours?

27 Oktober 2013

Self Reminder

I commit to challenge myself – to take risks – to see past obstacles – to be uninhibited – to be afraid, but courageous – to be embarrassed – to be humble – to be honest, but thoughtful – to be grateful – to be deliberate. I will break out of my comfort zone and let my passions and interests, rather than social expectations, guide me. I will develop relationships that cut below the surface, knowing that I will reveal my vulnerabilities, but recognizing that the sincerity and honesty of the relationships will be worth the risk

- Minh Chau, MBA 2015

from http://hbsrecruiting.wordpress.com

25 Oktober 2013

Naksir Pacar Orang?

"Kalo masih single kan saingannya banyak, tapi kalo udah taken kan saingannya cuma satu. Gampang.."

pernah denger suggestion kayak gitu?
Sering kali saat ngobrol ngalur ngidul sama temen, trus ada yang cerita kalo naksir sama orang. Tapi sayangnya yang ditaksir udah punya pacar, ada tu yang nyeletuk kayak gitu. Hehe.. itu juga pengalaman pribadi. Dulu saya pernah naksir gitu sama cowok. Dan cowok itu udah taken. haha... Sedih sih, tapi yaudah cukup tau aja. Gak ngapa-ngapain lagi.

Q: Memangnya gak mau nyoba ngedeketin?

Kalo saya pribadi sih langsung back off pas tau kalo orang yang ditaksir udah punya pacar. Gak mau nekat ngedeketin, apalagi sampai niat ngerebut pacar orang. Why? alasan saya sih sesimpel saya gak mau digituin.

Maksudnya?
Saya gak mau besok kalo punya pacar, trus ada cewek yang naksir pacar saya. Dan akhirnya direbut deh pacar saya. Karma does exist. Saya sih percaya kalo kamu berbuat baik atau jahat, suatu saat pasti bakal balik ke diri sendiri. Coba bayangin kamu posisinya sebagai yang direbut? Sakit hati kan pasti? Jadi jangan coba-coba deh main api. Eh tapi ini pendapat saya lo ya.

Menurut saya hubungan pacaran itu ya urusan dua orang tersebut. Kalo misalnya mereka putus, ya karena keputusan mereka sendiri. Masalah mereka sendiri, bukan karena ada orang ketiga yang keganjenan ngerebut. Nah, misalnya alasan cowok atau ceweknya putus karena suka sama orang lain, atau malah suka sama kita. yaaaa... haha.. Itu namanya keberuntungan. :p

Kalo memang suka sama suka yaudah jalanin aja. Tapi harus inget bahwa ada resiko. Biasanya jadi bahan gosipan orang. Saya sih cuek aja sama apa kata orang. Selama itu gak merugikan, biasanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Tapi yaa orang kan beda-beda. Tergantung diri sendiri sih.

Anyway, perasaan menurut saya itu mengalir, jadi gak bisa disalahin sukanya sama siapa. Cuma ya inget aja kalo gak boleh egois. Ketika kamu suka sama seseorang, kamu gak bisa maksain orang itu suka sama kamu. Kan mereka juga punya perasaan sendiri. Jadi kalo dianya udah punya pacar, atau suka sama orang lain dan gak suka sama kita, ya gak boleh marah. Gak boleh ngambek. Itu harus diterima. Namanya risiko suka sama orang ya kayak gitu.

Kalo gak siap ditolak?
Jangan suka sama orang kalo gitu... :p

Just rambling

 Pernah gak sih kalian tu ngerasa bingung.. Mau ngapain ya? Duh bosan..  Trus berakhir dengan scrolling ig gak jelas.. Itulah yang kulakukan...